PENTINGNYA HOST DI VIRTUAL MEETING

PENTINGNYA HOST DI VIRTUAL MEETING

Malam tadi, saya ada kelas private CLEARING PATH & REALIGNING MIND bersama rekan-rekan dokter. Sebuah kelas untuk menyelaraskan antara tujuan, logika pikiran dan juga perasaan.

Saya tidak hendak cerita isi materi, Anda bisa lihat nanti di youtube. Sesinya mulai jam 19.00 – 21.00. Lha kok jam 18.10 listrik di rumah mati.  Otomatis jaringan internet rumah juga tidak berfungsi. Segera isi quota seluler dan meluncur ke cafe terdekat, 3 km dari rumah. Mumpung masih ada waktu.

Ketemu cafe sepi dengan pencahayaan terang. Aman dari sisi physical distancing, apalagi saya satu-satunya pengunjung. Free wifi lagi. Setelah order minum camilan dan password wifi, saya set up Macbook. Cari posisi dekat dinding dan colokan untuk memasang charger.

Sesudah connect ke wifi kafe, saya buka Platform Virtual Meeting. Lha kok ga bisa.

Saya cek dengan internet speedtest jarumnya sama sekali tidak bergerak. Ternyata meski ada wifi, ternyata ga ada internetnya.

Well Ok, masnya cuma bilang ada wifi, ga bilang ada internet.

Saya ubah pulsa seluler di smartphone jadi beberapa giga quota, cukup untuk sesi. Tathering hotspot dari smartphone. Done. Interskill bisa dibuka, zoom bisa dibuka. Room sudah siap. Slide sudah tayang, tinggal tunggu partisipan masuk kelas

Partisipan pertama masuk sebagai attendee dan langsung saya promote jadi panelis. Belum sempat ngobrol banyak, dia langsung bilang, “Sorry Dok, saya baru pulang praktik, mau sisiran dulu.”

Partisipan kedua masuk, saya promote panelis dan mulai bertukar sapa.

Mas pelayan datang mengantar 3 gelas minuman pesanan dan sepiring camilan. “Oya Pak, kita tutup setengah jam lagi ya, maklum masih new normal.” NANI

Waduh, kok ga bilang dari tadi sih..

Saya memutar akal, memunculkan beberapa alternatif solusi.

“Dok, saya kasih posisi co host ya?” tanya saya ke partisipan kedua. Kalimat tanya dengan nada perintah.

“Wah Dok, saya gak ngerti apa-apa soal Zoom.” Dia memberi informasi sekaligus menggagalkan alternatif solusi pertama saya.

Gak lucu juga kalau co-hostnya ga ngerti apa-apa. Dan lebih ga lucu kalau di tengah-tengah sesi saya diusir dari kafe karena tutup.

Pilihan saya adalah pindah ke kafe lain sebelum acara dibuka, artinya perlu waktu untuk pindah. Apalagi mati lampu kali ini cukup luas areanya. Kafe ini pilihan ketiga saya karena dua kafe pertama langganan saya terkena pemadaman listrik juga.

Untungnya partisipan pertama tadi sudah selesai menyisir rambut. Dan dia pernah ikut kelas HOST & MODERATOR yang batch selanjutnya dijadwalkan akhir Februari. Angin sudah berbalik arah. Langsung dia saya promote jadi co-host

Istri telpon, lampu di rumah sudah menyala. Puji Tuhan.  Semua pesanan minum dan camilan saya minta bungkus. Laptop saya masukan tas, ruang kelas saya titipkan ke co host, dan saya bersiap tancap gas pulang.

Sebelum menutup laptop tadi, saya dengar co host dadakan sedang menyapa partisipan yang masuk sambil bilang, “Sebentar saya promote ke panelist ya” . Aman. She knows what to do.

Lima belas menit lewat dari jadwal acara, saya bisa masuk ruang kelas virtual lagi dari rumah. Semua peserta sudah hadir. Dan kelas dimulai.

Dua jam penuh berbagi cerita dan pengalaman di antara peserta. Seru dan menginspirasi. Kelas Sukses.

Terimakasih para teman-teman, terutama dokter Lisa yang sudah jagain kelas selama saya kalang kabut.

Informasi tentang kelas Moderator, bisa klik disini


INFORMASI KELAS MODERATOR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *